Di sinilah aku, si penafsir malang
Mengenang wajahmu yang hilang
Pada sebuah senja yang silam
Pagi jugalah yang selalu setia
Menulis kembali kisah yang sama
Pada daun-daun pinanga malaiana
Seperti embun dan runcing hujan
Kau dan aku rapuh dalam waktu
Tubuh kita tiada dalam cahaya


Tidak ada komentar:
Posting Komentar